DAARULISTIQOOMAH.COM, Cileungsi – Meningkatnya jumlah pesantren di Kecamatan Cileungsi membuat kecamatan tersebut dijadikan sebagai central pengembangan dakwah di Cileungsi. Bahkan, di daerah tersebut ada banyak corak yang menjadi ciri khas pada setiap pesantren.
Memasuki bulan ramadhan, sejumlah pesantren mulai mengadakan kegiatan. Salah satunya, melestarikan tradisi pasaran. Kegiatan pasaran ini merupakan pesantren yang bercorak salafiyah atau pesantren tradisional.
Tradisi tersebut rencananya digelar selama 20 hari yang dimulai pada hari pertama bulan ramadhan. Sedikitnya, akan ada 80 santri atau lebih yang mengikuti pasaran.
Menurut Salah satu pengurus Pesantren Daarul Istiqoomah Abdul Robi, kegiatan pengajian pasaran telah menjadi tradisi tahunan santri pesantren bercorak salafiyyah.
“Biasanya kegiatan pasaran ditandai dengan khataman atau mengkaji berbagai kitab klasik hingga tuntas, Dalam waktu singkat itu biasanya dapat mengkhatamkan Al Quran” ucap Abdul Robi kepada penulis, Rabu (30/3/2022).
“Khusus untuk pesantren di sini Insyallah, kami akan memulai esok, Ahad (3/4/2022),” imbuhnya.
Selama bulan Ramadhan Pondok Pesantren Daarul Istiqoomah biasanya mengkaji beberapa kitab hingga khatam. Uniknya, pada pengajian pasaran biasanya pesantren menginisiasi pupulur bagi santri ketika ifthar jami’.
Mengingat pada bulan Ramadhan biasanya pesantren meliburkan santrinya. Sebagai pengganti kegiatan, diselenggarakan pengajian pasaran selama tiga pekan.
“Pada pengajian pasaran juga biasanya ada program pengakaderan. Bagi santri tingkat Ulya. Diikutsertakan dalam kegiatan selama ramadhan. Seperti Imam dan bilal tarawih, qultum dan lainya,” paparnya.
Dia mengungkap, peserta pengajian pasaran merupakan santri, dan alumni pesantren setempat.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Istiqoomah menuturkan, kegiatan pengajian pasaran merupakan ajang pencarian pengalaman dan suasana baru bagi seorang santri dalam mengaji.
“Istilahnya mencari barokah atau keberkahan dengan menyambangi satu pesantren ke pesantren lain,” tegasnya.
“Selain itu, pada santri biasanya mengejar keutamaan bulan Ramadhan,” imbuhnya.
Saat masih berstatus sebagai santri, kenangnya, dia pun kerap mengikuti pengajian pasaran dari satu pesantren ke pesantren lain. Setiap tahun biasanya, di pesantren yang dijadikan tempat mengikuti pengajian
selama Ramadhan.
Pada saat pesantren tempat mereka menimba ilmu meliburkan aktivitas formalnya, anak-anaknya memilih tidak pulang ke rumah namun tetap mengaji ke pesantren dengan mengikuti pasaran.
